Rabu, 30 November 2016

Tugas kewirausahaan

Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan disekitarnya, yang tidak pernah melewatinya dengan sia-sia.
            Wirausaha selalu komitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan artinya risiko yang di ambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Keberanian menghadapi risiko yang didukung oleh komitmen yang kuat, mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai ada hasil. Hasil-hasil ini harus nyata/jelas dan objektif dan merupakan umpan balik bagi kelancaran kegiatannya.
Untuk memenangkan persaingan, seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.  Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar. Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil. Namun,gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan jenius umumnya membutuhkan daya inovasi tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan.


            Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan jenjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain. Misalnya,
o   Memanfaatkan barang bekas. Contohnya: sedotan dibuat bunga, bulu ayam menjadi lukisan dan perca menjadi kaset dan sebagainya.
o   Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam. Contohnya: menbuat kerajinan dari tanah liat dijadikan gerabah dan sebagainya.
o   Memanfaatkan kejadian atau peristiwa yang ada. Contohnya: berjualan aneka minuman seperti es buah pada musim kemarau dan sebagainya.
Seorang yang berjiwa dinamis adalah orang yang mampu melihat lingkungan sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa berubah sebagai suatu tren dari masyarakat yang tidak terduga. Apabila kita mampu memanfaatkan dengan baikmaka kondisi tersebut akan menjadi suatu peluang usaha bagi kita. Sehingga oramg yang mau bekerja keras, ulet, percaya pada kemampuan sendiri, kreatif dan inovatif akan lebih mudah menemukan peluang usaha yang ada. 

Jika peluang digali dengan baik makan akan membuahkan hasil yang memuaskan.Untuk menggali peluang usaha atau bisnis, setiap orang harus berpikir secara positif dan kreatif, yaitu:
§  Harus percara dan yakin bahwa usahanya bisa dilaksanakan.
§  Mau menerima gagasan baru dalam dunia bisnis.
§  Bersedia mendengarkan saran dari orang lain.
§  Mempunyai etos kerja yang tinggi.
§  Pandai dan terampil berkomunikasi.
§  Sering bertanya pada diri sendiri.
Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara  riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk  mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
  1. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic)
  2. Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
  3. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
  4. Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
  5. Mengembangkan organisasi baru (the new organisaton). 
            Menciptakan produk dan cara baru merupakan bagian dari kreativitas manusia yang menuntut keuletan dan daya cipta yang tinggi untuk melahirkan ide-ide mencari peluang bagi pengembangan ide tersebut. Dengan demikian menjadi seorang wirausahawan harus memilki kreativitas dan keberanian untuk tidak bergantung kepada orang lain, keberanian mengahadapi kondisi dan situasi di sekitarnya, penuh rasa optimis akan keberhasilan ide-ide yang diciptakannya. Karena tidak bergantung kepada orang lain maka wirausahawan harus selalu berpikir bagaimana cara memenuhi kebutuhannya dengan menciptakan lapangan kerja yang baru, mencari peluang untuk produk yang dihasilkannya. Ia harus berkeyakinan bahwa orang yang ingin maju dan berhasil harus mempunyai daya kreasi yang tinggi serta imajinasi yang hidup, kemauan yang keras sebagai pendukungnya.

Sabtu, 12 November 2016

Tugas Softskill Kewirausahaan

KISAH KEWIRAUSAHAAN GIBRAN RAKABUMING
Saat ini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.
Sebelum menjabat menjadi Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI jakarta, dan akhirnya Presiden RI, ayahnya, Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. Namun, Gibran memilih untuk merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Ia memulai usahanya dengan mengajukan pinjaman ke bank untuk modal. Meski sempat ditolak beberapa kali, akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari salah satu bank dan dengan modal pinjaman tersebut ia pun memulai Chili Pari dengan melayani pesanan partai kecil. Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha Gibran pun semakin berkembang.
Kesimpulan dari kisah kewirausahaan Gibran rakabuming
1.        Tidak Menjadikan Tidak Ada Modal Sebagai Penghalang Kesuksesan 
Kita semua tahu bahwa meskipun saat itu Jokowi adalah seorang Walikota Solo lantas tak membuat Gibran berpangku tangan kepada sang ayah. Gibran justru lebih memilih usaha mandiri memulainya dari nol dengan meminjam ke berbagai bank namun hanya satu yang mendapatkan persetujuan, itu pun nominalnya sangat jauh dengan yang diharapkan, namun tidak mematahkan semangat Gibran untuk terus berusaha, berusaha, dan terus berusaha.
2.        MelakukanPromosiDenganBaik
Dari awal berdirinya Chilli Pari Gibran langsung ikut turun tangan melakukan promosi, mulai dari berbagi brosur hingga datang langsung ke kantor dan rumah-rumah untuk memperkenalkan bisnisnya. Awalnya memang banyak mendapat penolakan bahkan yang sudah memesan pun juga ada yang membatalkan di karenakan belum memiliki kepercayaan dari para calon konsumen. Namun dengan kegigihan dan ketekunan lama kelamaan bisnisnya mulai di kenal banyak orang. Di tambah lagi promosi gratis dari pemberitaan media semenjak ayahnya mencalonkan diri menjadi Presiden membuat usahanya semakin lebih di kenal hingga pelosok negeri bahkan hingga mancanegara. Saat ini Chilli Pari telah melayani berbagai event baik nasional maupun internasional.
3.        Kreatif DanInovatif
Banyaknya usaha katering di Kota Solo membuat persaingan di dunia bisnis catering semakin ketat. Hal inilah yang membuat Gibran untuk selalu mencari inovasi-inovasi baru sekreatif mungkin. Cara yang diterapkan Gibran adalah mempertahankan kualitas cita rasa masakan dan memberikan konsep penyajian terbaik bagi para tamu.
4.        ManajemenKecepatanPenyajian
Penyajian yang masih sering digunakan di Kota Solo adalah menggunakan metode "Piring Terbang", Tidak seperti di kota-kota lainnya yang sudah menggunakan metode standing party / prasmanan. Jadi para tamu hanya duduk di kursi tamu, kemudian para sinoman/pramu saji akan mengantarkan makanan langsung kepada para tamu. Dalam menggunakan metode ini yang perlu di perhatikan adalah kecepatan penyajian. Dan tampaknya Gibran sudah cukup memahami betul metode ini sehingga ia selalu berkordinasi dengan panitia penyelenggara acara untuk menyajikan sajian yang belum di sajikan. Karena biasanya orang jawa kalau sudah di suguhkan nasi dan minuman biasanya langsung pulang padahal masih ada menu penutup yang masih harus di sajikan. Oleh sebab itu kecepatan penyajian sangat di utamakan dalam metode ini. Karena apabila masih ada sajian yang belum tersajikan maka akan menjadi beban bagi penyedia katering dan pihak menyewa tidak memiliki kewajiban membayar.

Itulah tadi cerita singkat Kisah Sukses dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Rakasemoga dapat menginspirasi bagi pengunjung blog Generasi Wirausaha. Kesimpulannya keterbatasan modal bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan, semua itu dapat dilalui dengan mudah hanya dengan ketekunan, kegigihan, dan kerja keras.

Kamis, 31 Maret 2016

Tugas Mengenangi Sistem Lingkungan Dinegara Jepang

Hampir semua orang suka kebersihan bahkan sangat mendambakan kebersihan lingkungan dimana mereka hidup menetap, tinggal sementara, ataupun sekedar untuk datang berkunjung dua atau tigahari. Lingkungan yang kotor dan tidak terpelihara tidak pernah menjadi tempat yang ingin di kunjungi orang untuk keduakalinya, kalau tidak dalam keadaan terpaksa.Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Budaya tiap komunitas tumbuh dan berkembang secara unik, karena perbedaan pola hidup komunitas itu. Perbandingan budaya Jepang dan Indonesia berarti mencari nilai-nilai kesamaan dan perbedaan antara bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Dengan mengenali persamaan dan perbedaan kedua budaya itu, kita akan semakin dapat memahami keanekaragaman pola hidup yang ada, yang akan bermanfaat saat berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak yang berasal dari  budaya atau kebiasaan yang berbeda.Kesulitan utama dalam membuat perbandingan budaya antara Indonesia dan Jepang disebabkan perbedaan karakteristik kedua bangsa tersebut. Bangsa Jepang relatif homogen, dan hanya memiliki sekitar 15 bahasa (tidak berarti 15 suku bangsa, karena termasuk didalamnya sign language untuk tuna rungu), dan telah memiliki sejarah yang jauh lebih panjang, sehingga nilai-nilai budaya itu lebih mengkristal. Adapun bangsa Indonesia berciri heterogen, multi etnik, memiliki lebih dari 700 bahasa, sehingga tidak mudah untuk mencari serpih-serpih budaya yang mewakili Indonesia secara nasional. Perlu dipisahkan nilai-nilai mana yang diterima secara nasional di Indonesia, dan mana yang merupakan karakter yang unik disalah satu suku. Bahasan dalam hal ini mengenai perbandingan budaya Indonesia dan Jepang dari segi-segi cara menjaga kebersihan lingkungan. Di seluruh pelosok negri Jepang terkenak dengan negara maju dengan penduduk yang sangat padat dan lingkungan dengan penuh gedung dan sedikit pohon, sungai-sungai yang tercemar oleh limbah pabrik, udara yang penuh asap karena pencemaran udara, suara bising karena suara mesin. Namu semua pemikiran luar itu sangat salah, karena Jepang adalah sebuah negara yang penuh disiplin dan sangat  menghargai lingkungan hidup, sungai sungai yang jernih, udara yang bersih, lingkungan yang tertata rapi tanpa sampah. Pengertian lingkungan bersih adalah lingkungan yang terbebas dari sampah berserakan di jalan, selokan, ruang terbuka umum. lingkungan mempunyai toilet umum bersih, sebanding dengan jumlah warga dan pengunjungnya. Sedangkan warga masarakatnya diharapkan bisa mengubah paradigma sampah dibuang [dioper-oper] menjadi sampah ditangani bersama, sehingga dengan jumlah petugas kebersihan yang terbatas, namun bertanggungjawab kota tetap tampil bersih. Dengan begitu, warga dan pengunjung kota merasa nyaman,Dimulai dengan tumbuhnya berbagai penyakit – penyakit baru di dunia terutama mengenai lingkungan. Maka dari ituAdapun cara – cara orang jepang dalam menghargai sutu  kebersihan lingkungan yang sangat berbeda sekali dengan Indonesia,Orang – orang jepang dalam menjaga lingkunganya tetap bersih banyak upaya yang dilakukan agar lingkunganya tidak tercemar dan terkotori dengan sampah,limbah atau pun dengan gas – gas pabrik. Ada pun upaya yang sangat cocok ditiru orang Indonesia,yaitu dengan cara:1.      Di jepang tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan, karena kedisiplinan yang luar biasa, menjadikan ketaatan terhadap aturan begitu hebat, tidak ada orang yang membuang sampah sembarangan. Sebagai contoh kecil, ketika seorang perokok berjalan-jalan ditaman mereka membawa asbak dikantong mereka untuk membuang debu rokok dan puntung rokok mereka, yang didesain khusus, yang nantinya bila ketemu tempat sampah akan bisa mereka buang pada tempat sampah. Itu adalah sebuah contoh kecil yang sangat luar biasa, menghargai detail kecil dalam penghargaan terhadap lingkungan.
2.      Perusahaan dan Industri dengan AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan) yang ketat di jepang ada sebuah perusahaan yang cukup besar yang , karyawannya 700 orang, luasnya hampir 4 hektar. Disebelah perusahaan itu mengalir Sungai kecil, dimana Air sisa pengolahan diperusahaan itu dibuang ke situ setelah melalui proses pengolahan limbah. Sungai kecil itu begitu jernih, ikan-ikan sebesar paha orang dewasa berenang dan kelihatan dengan begitu jelas karena kejernihannya. Saya memasuki perusahaan itu, didalamnya suara sangat bising, sehingga siapa saja yang masuk diwajibkan untuk memakai penutup telinga, tetapi begitu keluar, suara bising itu hilang, perumahan didekan perusahaan itupun sama sekali tidak terganggu. Cerobong asap dibuat sangat tinggi dengan gas buang yang sangat kecil.
3.      Hutan yang terjaga,hutan - hutan begitu tak terjamah, begitu lebat, sementara hutan itu bersebelahan langsung dengan sebuah daerah padat penuh sesak populasi manusia. Aturan tentang ijin mendirikan bangunan, aturan tentang lingkungan dan hutan begitu ketat dilaksanakan dan sangat  dipatuhi orang – orang Jepang.
4.      Aturan gas buang kendaraan bermotor yang dilaksanakan dengan ketat, ,mobil-mobil dan kendaraan yang tidak lolos uji emisi tidak diijinkan berjalan, bahkan hampir tidak ada mobil solar yang diijinkan berjalan karena tidak ada yang lolos uji emisi, bandingkan dengan Indonesia, bagaimana Metro Mini, Truk-truk yang katanya sudah lolos KIR di dinas perhubungan mengeluarkan asab tebal yang menyesakkan dada, membuat jalan jadi gelap hitam oleh polusi.
5.      Pembagian jenis sampah dan penjadwalan pembuangan sampah juga ada pembagian detail tentang sampah, secara umum sampah dibagi menjadi 2 yaitu sampah yang bisa dibakar dan tidak bisa dibakar, tetapi ada pembagian khusus lain, misalnya sampah elektronik, sampah bahan-bahan berbahaya (korek gas, batu baterai, silet) botol plastik, gelas, botol aluminium dll. dan pelaksanaan nya begitu dipatuhi oleh masyarakat. belum lagi penjadwalan dalam pembuangan sampah, misal hari selasa dan jumat untuk sampah elektroik.
Di negri Jepang selalu di kampanyeka selogan utsukushi kuni ( Negara Jepangyang cantik ), miskipun disetiap sudut tempat sudah kelihatan bersih selogan itu tetap digunakan. Kebersihan merupakan cirri utama dari Jepang,  yang rasanya sangat sulit dijumpai di negara lain, Contoh nya indonesi yang di jadikan perbandingan, Indonesia adalah negara yang sangat suli menerapkan selogan yang dibuat oleh Jepang itu. Disiplin membuang sampah pada tempatnya yang sangat membudidaya pada kehidupan masyarakat jepang yang sangat sulit dihilangkan. Upaya pelestarian lingkungan di  Jepang sangat  lah bagus tidak seperti di Indonesia masih bersifat slogan- slogan saja sehingga  perilaku masyarakatnya tetap tidak  peduli lingkungan sehingga hal ini memerlukan perombakan mental dan budaya masyarakat terhadap lingkungan tentunya masing - masing suku/etnis seharusnya sejak dulu mempunyai kearifan lokal yang sifatnya religius dalam menghargai alam lingkungannya tapi karena masuknya agama akhirnya nilai - nilai kearifan lokal mulai terkikis dan digantikan oleh nilai- nilai agama yang sepertinya kurang menghargai alam semesta atau lingkungan. Pendidikan mengenal dan melestarikan lingkungan alangkah baiknya ditanamkan semasa SD-SMP tidak hanya sebatas ilmu tapi sampai kepada perlaku dan pola pikirnya tentunya.Masih banyak yang lain, tetapi 5 hal sementara cukup sebagai bahan perbandingan antara Indonesia dan jepang dalam hal lingkungan hidup.Bayangkan bagaimana Indonesia, sungai jorok, bau dan penuh sampah, udara penuh polusi, sampah dimana mana, permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi dan harus ditangani oleh pemerintah Indonesia. Tentunya, dengan peran aktif masyarakat menjaga dan melestarikan lingkungannya. Kita lihat kebiasaan diri kita, keluarga kita, tetangga kita, warga kita sampai ke bangsa kita dan kita belum bisa dikatakan bangsa yang sadar akan kebersihan lingkungan dan seberapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.Sampai Pengolahan limbah  sanagat diperhatikan di Jepang dan memberikan contoh pelajaran yang sangat tepat dicontoh indonesi agar Indonesia kedepan lebih bersih danmencerminkan bangsa yang sangat menghargai kebersihan itu. Sampai cara pengolahan limbah pun sudah dipaparkan secara detail. Mereka mengolah limbah perumahan dan pabrik, menyalurkannya melalui pipa-pipa dalam tanah yang panjang, mengendapkan lumpur dan pasirnya lalu mengalirkan air hasil saringan ke pipa lainnya untuk diolah dan disuling menjadi air bersih siap pakai. Beda sekali dengan  di Indonesi pengolahan limbah perumahan dan industri yang bisa dilihat di daerah industri Jababeka, Cikarang. Memang keduanya tampak rumit, tapi yang terlihat di Jepang menggunakan teknologi yang lebih canggih. Bagaimana cara menyamainya? Dengan meningkatkan sumber daya teknologi bangsa Indonesia. Selain itu,di Jepang ada cara mengetes kadar air sungai harian apakah layak minum atau tidak. Begitu jauhnya mereka memperhatikan kebersihan lingkungan. Sampai air sungai pun ada kelayakan minumnya. Tidak seperti sungai di Indonesi yang kotor, bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjangnya, orang-orang mandi, buang air, mencuci pakaian dan bahkan mencuci beras yang akan mereka makan. Kebanyakan orang-orang di Indonesi kurang mengerti tentang dampak pembakaran sampah. Mmembakar sampah justru akan memperburuk keadaan dan bahkan bisa lebih mencemari udara yang kita hirup bahkan akan menimbulkan ganguan pernapasan. Apa yang mesti kita lakukan agar lingkungan atau kota kita bisa menjadi bersih? Inilah pertanyaan sederhana yang harus kita   dijawab bersama karena, keinginan untuk menciptakan lingkungan bersih, dan sekalian memelihara kebersihannya tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri. Harus dibuat sistem atau jaringan yang efektif untuk itu. Barangkali inilah tugas para pemimpin, dan orang yang duduk di pemerintahan, untuk merancang sistem menerapkan kebersihan, dan memelihara lingkungan. Tampa sistim          yang benar dengan sarana dan prasarana yang memadai, mustahil satu lingkungan akan terpelihara kebersihannya. Inilah yang menjadi masalah bagi Indonesia karena pemerintah belum juga membuat aturan mengenai pembungan sampah. 

Jumat, 29 Januari 2016

Pengalaman Pribadi

TUGAS SOFTSKILL PENGALAMAN PRIBADI

Pengalaman pribadi saya. Saya Muhammad yusfa riyantoro pengalaman pribadi saya pertama saya sekolah di smk taruna bangsa setelah lulus dari sekolah tersebut saya melanjutkan ke perguruan tinggi yaitu di universitas gunadarma, pada semester pertama saya menyukai pelajar menggambar teknik karena pelajaran menggambar teknik sangat saya sukai dari sekolah dismk. Setelah semester dua saya menyukai pelajaran bahasa inggris karena dosen nya lucu dan suka bercanda. Disemester dua itu semester yang sangat susah karena ada praktikum industry yang sangat susah dan menyita waktu. Setelah itu disemester tiga dimana semester yang paling susah yaitu dikarenakan ada praktikum lab industry menengah dimana disitu sangatlah displin.

Awal semester 4 saya sangat munyukai pelajaran ergonomic disamping dosennya baik dan rama saya sangat mengerti pelajaran tersebut. Selanjutnya pada semester lima dimna semester paling susah diantara yang lain karena banyaknya tugas dan saya harus memilih dosen pembimbing PI. Saya memilih dosen yaitu bu ratih