KISAH KEWIRAUSAHAAN
GIBRAN RAKABUMING
Saat ini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh
hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko
Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah
pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan
nama Chili Pari.
Sebelum menjabat
menjadi Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI jakarta, dan akhirnya Presiden RI,
ayahnya, Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. Namun, Gibran memilih untuk
merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Ia memulai usahanya dengan
mengajukan pinjaman ke bank untuk modal. Meski sempat ditolak beberapa kali,
akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari salah satu bank dan dengan modal
pinjaman tersebut ia pun memulai Chili Pari dengan melayani pesanan partai
kecil. Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah
banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha
Gibran pun semakin berkembang.
Kesimpulan dari kisah kewirausahaan Gibran
rakabuming
1.
Tidak
Menjadikan Tidak Ada Modal Sebagai Penghalang Kesuksesan
Kita semua
tahu bahwa meskipun saat itu Jokowi adalah seorang Walikota Solo lantas tak
membuat Gibran berpangku tangan kepada sang ayah. Gibran justru lebih memilih
usaha mandiri memulainya dari nol dengan meminjam ke berbagai bank namun hanya
satu yang mendapatkan persetujuan, itu pun nominalnya sangat jauh dengan yang
diharapkan, namun tidak mematahkan semangat Gibran untuk terus berusaha,
berusaha, dan terus berusaha.
2.
MelakukanPromosiDenganBaik
Dari awal berdirinya Chilli Pari Gibran langsung ikut turun tangan melakukan promosi, mulai dari berbagi brosur hingga datang langsung ke kantor dan rumah-rumah untuk memperkenalkan bisnisnya. Awalnya memang banyak mendapat penolakan bahkan yang sudah memesan pun juga ada yang membatalkan di karenakan belum memiliki kepercayaan dari para calon konsumen. Namun dengan kegigihan dan ketekunan lama kelamaan bisnisnya mulai di kenal banyak orang. Di tambah lagi promosi gratis dari pemberitaan media semenjak ayahnya mencalonkan diri menjadi Presiden membuat usahanya semakin lebih di kenal hingga pelosok negeri bahkan hingga mancanegara. Saat ini Chilli Pari telah melayani berbagai event baik nasional maupun internasional.
Dari awal berdirinya Chilli Pari Gibran langsung ikut turun tangan melakukan promosi, mulai dari berbagi brosur hingga datang langsung ke kantor dan rumah-rumah untuk memperkenalkan bisnisnya. Awalnya memang banyak mendapat penolakan bahkan yang sudah memesan pun juga ada yang membatalkan di karenakan belum memiliki kepercayaan dari para calon konsumen. Namun dengan kegigihan dan ketekunan lama kelamaan bisnisnya mulai di kenal banyak orang. Di tambah lagi promosi gratis dari pemberitaan media semenjak ayahnya mencalonkan diri menjadi Presiden membuat usahanya semakin lebih di kenal hingga pelosok negeri bahkan hingga mancanegara. Saat ini Chilli Pari telah melayani berbagai event baik nasional maupun internasional.
3.
Kreatif DanInovatif
Banyaknya usaha katering di Kota Solo membuat persaingan di dunia bisnis catering semakin ketat. Hal inilah yang membuat Gibran untuk selalu mencari inovasi-inovasi baru sekreatif mungkin. Cara yang diterapkan Gibran adalah mempertahankan kualitas cita rasa masakan dan memberikan konsep penyajian terbaik bagi para tamu.
Banyaknya usaha katering di Kota Solo membuat persaingan di dunia bisnis catering semakin ketat. Hal inilah yang membuat Gibran untuk selalu mencari inovasi-inovasi baru sekreatif mungkin. Cara yang diterapkan Gibran adalah mempertahankan kualitas cita rasa masakan dan memberikan konsep penyajian terbaik bagi para tamu.
4.
ManajemenKecepatanPenyajian
Penyajian yang masih sering digunakan di Kota Solo adalah menggunakan metode "Piring Terbang", Tidak seperti di kota-kota lainnya yang sudah menggunakan metode standing party / prasmanan. Jadi para tamu hanya duduk di kursi tamu, kemudian para sinoman/pramu saji akan mengantarkan makanan langsung kepada para tamu. Dalam menggunakan metode ini yang perlu di perhatikan adalah kecepatan penyajian. Dan tampaknya Gibran sudah cukup memahami betul metode ini sehingga ia selalu berkordinasi dengan panitia penyelenggara acara untuk menyajikan sajian yang belum di sajikan. Karena biasanya orang jawa kalau sudah di suguhkan nasi dan minuman biasanya langsung pulang padahal masih ada menu penutup yang masih harus di sajikan. Oleh sebab itu kecepatan penyajian sangat di utamakan dalam metode ini. Karena apabila masih ada sajian yang belum tersajikan maka akan menjadi beban bagi penyedia katering dan pihak menyewa tidak memiliki kewajiban membayar.
Penyajian yang masih sering digunakan di Kota Solo adalah menggunakan metode "Piring Terbang", Tidak seperti di kota-kota lainnya yang sudah menggunakan metode standing party / prasmanan. Jadi para tamu hanya duduk di kursi tamu, kemudian para sinoman/pramu saji akan mengantarkan makanan langsung kepada para tamu. Dalam menggunakan metode ini yang perlu di perhatikan adalah kecepatan penyajian. Dan tampaknya Gibran sudah cukup memahami betul metode ini sehingga ia selalu berkordinasi dengan panitia penyelenggara acara untuk menyajikan sajian yang belum di sajikan. Karena biasanya orang jawa kalau sudah di suguhkan nasi dan minuman biasanya langsung pulang padahal masih ada menu penutup yang masih harus di sajikan. Oleh sebab itu kecepatan penyajian sangat di utamakan dalam metode ini. Karena apabila masih ada sajian yang belum tersajikan maka akan menjadi beban bagi penyedia katering dan pihak menyewa tidak memiliki kewajiban membayar.
Itulah tadi cerita singkat Kisah Sukses
dan Kunci Sukses Gibran Rakabuming Rakasemoga dapat menginspirasi
bagi pengunjung blog Generasi
Wirausaha. Kesimpulannya keterbatasan modal bukanlah halangan untuk
meraih kesuksesan, semua itu dapat dilalui dengan mudah hanya dengan ketekunan,
kegigihan, dan kerja keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar